Kepada Dia yang membentuk singgasana surga
nan gemerlap. Dia mengatur dunia seorang diri. Dia yang dalam kegelapan hatiku,
menyinarkan cahaya yang tidak terlihat. Dia yang menganugerahi manusia
keteguhan hati untuk berdo'a dan beribadah padanya. Hanya pada-Nya kutunjukan
puji dan syukur atas segala yang diberikan kepada kaum muslimin
Apa yang dapat dilakukan hati yang
terbakar oleh kesedihan, selain meratap dan menangis? dan apakah yang bisa
dipersembahkan kepadamu, selain keputusasaan? Aku adalah Debu di kakimu, sedang
kecantikanmu bagai cahaya syurga bagiku. Engkau adalah ciptaan Langit yang akan
selalu menjadi milikku.
Tetapi kini engkau jauh dari ku, engkau
berada di taman Iram, surga yang tidak boleh ku lihat. meskipun engkau adalah
cahaya hidupku, tapi hari-hariku seperti dalam kegelapan. Dengan kecintaan pada
lidahmu yang selalu bergetar saat engkau tersenyum, hatiku selalu berdebar.
Dari kata-katamu ku temukan sebuah kelembutan yang mampu menyembuhkan luka.
Tidak seperti bunga lili yang sering muncul, dapat menjadi pedang atau mata
tombak yang mematikan. Engkau yang selalu mempesona untuk dilihat, mungkinkah
diperjualbelikan dengan harga murah? Dulu hatiku menjerit, dan bertanya mengapa
engkau mengingkari janjimu kepada ku? Mengapa engkau mencampakkan ku dan
mengambil hati yang lain? Menjadi penipu untuk menghibur hati yang lain? tapi
kini sang musafir telah menceritakan kepada ku semuanya. tidak akan ada lagi
pikiran yang diliputi keraguan. aku akan tetap merindukan bibirmu , dan tak
ingin kebahagiaan yang pernah kurasakan hilang sia-sia.
Udara pagi membawa keharumanmu,
menggembirakan hatiku, dan rasa itu terus berkembang saat aku mengetahuii
engkau selalu menjaga cawan cinta kita, Betapa mempesona, jika kita dapat
bertemu dengan seorang yang dirindukan, Duduk bersama dalam kegembiraan, dan
memandangi permata rubi itu setiap hari, mencium bibir yang semanis
tetesan madu dari sari bunga yang wangi.
Wahai, dapatkah aku mencium keharumanmu?
Khayalan atas dirimu membakar benakku yang liar, haruskah aku melukis semua
garis-garis pada wajah bidadarimu? Tidak, pesonamu tidak akan bisa dihapus,
karena tertanam kuat dalam kesetiaan di dadaku. Ini adalah takdir kita, Kita
harus teerpisah, dan tak perlu menyesali keadaan yang tidak dapat kita perbaiki
lagi. Tetapi meskipun di dunia kita terpisah, bukankah surga kita akan
diberkahi?




1 comments:
mengharukan yaa....
Post a Comment